BAUBAU, HELIONEWS – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fajar Ishak Daeng Jaya memanfaatkan masa reses sidang pertama 2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat Kota Baubau, Selasa (3/2/2026). Fokus utama reses kali ini adalah kebutuhan mendesak nelayan dan petani, termasuk mesin pengering padi berkapasitas lima ton.
Kegiatan reses berlangsung di tiga titik berbeda:
- Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari
- Kelurahan Tomba dan Batara Guru (pusat kegiatan di Batara Guru, Kecamatan Wolio)
- Kelurahan Waruruma, yang juga dihadiri perwakilan warga dari Kecamatan Bungi dan Kokalukuna
“Beberapa aspirasi utama yang kami terima antara lain permintaan jaring ikan ruma-ruma dan perahu ketinting 5,5 PK, alat pertanian seperti kultivator dan hand sprayer, hingga pengering padi berkapasitas lima ton,” ujar Fajar Ishak.
Legislator dari Partai Hanura ini menekankan pentingnya mesin pengering padi, khususnya saat musim hujan, karena selama ini hasil panen sering rusak akibat tidak dapat dikeringkan dengan baik. Hal ini berdampak langsung pada kualitas dan nilai jual beras.
Selain sektor pertanian dan perikanan, aspirasi juga datang dari kelompok penenun di Kelurahan Waruruma, yang mengharapkan bantuan alat tenun dan benang. Para pelaku UMKM, khususnya kaum ibu, juga menyampaikan kebutuhan bantuan permodalan usaha.
“Permintaan bantuan UMKM ini sejalan dengan visi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang fokus pada penguatan ekonomi pelaku UMKM,” kata Fajar Ishak.
Di lokasi lain, warga mengusulkan pembangunan sumur bor untuk keperluan pertanian dan air bersih rumah tangga. Di Kelurahan Labalawa, pasokan air PDAM hanya mengalir sekitar satu kali dalam seminggu, sehingga sumur bor dianggap solusi utama.
Sementara itu, aspirasi paling mendesak di Kelurahan Tomba dan Batara Guru adalah perbaikan tanggul. Kondisi tanggul yang memprihatinkan berisiko jebol dan memicu banjir, mengancam permukiman warga di beberapa kelurahan Kecamatan Wolio.
Fajar Ishak juga memberikan perhatian pada pemberdayaan pemuda kreatif, mendorong generasi muda mengajukan proposal bantuan alat kreativitas, seperti peralatan sablon dan perlengkapan konten kreator, yang akan difasilitasi ke Pemerintah Provinsi.
Semua aspirasi yang diterima akan diseleksi untuk menentukan skala prioritas sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sultra, dan diperjuangkan agar masuk dalam pembahasan anggaran 2027.
“Reses ini untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang akan kami perjuangkan di anggaran 2027. Kalau memungkinkan dan sesuai kewenangan provinsi, kenapa tidak direalisasikan semuanya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan reses ini, turut hadir legislator Naslia Alu, Ketua Komisi III DPRD Kota Baubau dari Partai Hanura.
Penulis: Prasetio
Editor: Kasim
