BATAUGA, HELIONEWS – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mengubah rencana pembangunan kabel bawah laut sebagai solusi krisis listrik di wilayah kepulauan. Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menyatakan bahwa proyek tersebut akan digantikan dengan teknologi baru yang diklaim lebih efektif dan inovatif.
Perubahan kebijakan ini disampaikan Bupati Adios menyusul berbagai keluhan masyarakat, termasuk mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Siompu Barat yang mengalami kendala serius akibat seringnya pemadaman listrik.
Salah satu pengelola SPPG Siompu Barat Lamaninggara, Surahman Sari, mengungkapkan bahwa gangguan listrik terjadi hampir setiap hari dan berdampak langsung pada operasional dapur gizi, khususnya dalam penyimpanan bahan makanan beku.
“Informasi awal pemadaman hanya dari pagi sampai sore, tapi kenyataannya bisa sampai 24 jam. Kami terpaksa menyiapkan mesin cadangan yang mampu beroperasi penuh,” ujar Surahman saat ditemui pada kegiatan launching SPPG di Siompu Barat, Sabtu (2/5/2026).
Ia berharap pemerintah daerah segera menghadirkan solusi konkret agar program strategis nasional tersebut dapat berjalan optimal dan tidak terganggu oleh persoalan listrik.
Menanggapi hal itu, Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, mengungkapkan bahwa rencana awal pembangunan kabel bawah laut kini tidak lagi menjadi prioritas. Pemerintah daerah, kata dia, tengah mengkaji penggunaan teknologi baru yang disebut memiliki konsep serupa dengan sistem yang telah diterapkan di luar negeri, termasuk di Rusia.
“Jadi kita tidak perlu lagi kabel bawah laut. Saya sudah bertemu dengan salah satu putra daerah di Jakarta, ada temua baru yang sama dengan itu (kabel bawah laut). Konsepnya mirip dengan yang digunakan di Rusia, dan insyaallah Buton Selatan akan menjadi daerah percontohan,” jelas Adios saat ditemui di lokasi terpisah, Minggu (3/5/2026).
Meski demikian, Adios belum merinci secara teknis bentuk teknologi yang dimaksud maupun jadwal pasti realisasi pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah masih terus melakukan komunikasi dan penjajakan agar program tersebut dapat segera diwujudkan.
“Kita masih terus berupaya, termasuk membangun komunikasi dengan pihak terkait. Masyarakat kami minta bersabar, karena ini menyangkut solusi jangka panjang,” tambahnya.
Krisis listrik di wilayah Siompu Barat selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk sektor perikanan, UMKM, dan program pelayanan publik berbasis gizi.
Dengan adanya rencana penggunaan teknologi baru ini, Pemkab Buton Selatan berharap persoalan listrik di wilayah kepulauan dapat segera teratasi secara berkelanjutan, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Penulis: Febri
