HELIONEWS, Batauga G?? Setelah bertahun-tahun mencari rezeki di tanah rantau, sepasang suami-istri asal Desa Lamaninggara, Kecamatan Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan, akhirnya memutuskan untuk pulang. Keputusan itu bukan sekadar rindu kampung halaman, tetapi juga tekad untuk membangun usaha yang bisa tumbuh dari tanah sendiri.
Adalah Efianti (35), pemilik usaha GǣFadil ParfumGǥ, yang kini dikenal masyarakat sebagai salah satu pelaku usaha kreatif di wilayah tersebut. Bersama sang suami, yang sebelumnya bekerja di Kabupaten Timika, Papua G?? wilayah yang dikenal dengan situasi sosial yang tidak selalu mudah G?? mereka memilih berhenti merantau dan memulai lembaran baru di kampung halaman.
GǣSebenarnya semua ide suami saya,Gǥ tutur Efianti sambil tersenyum saat ditemui di tokonya, Selasa (4/11/2025).
GǣDia ingin istirahat di kampung, lalu membaca pasar dulu. Dari situ kami lihat, hampir semua toko di sini belum ada yang menjual pakaian khusus pria dan parfum. Nah, dari situlah ide membuka usaha ini muncul,” imbuhnya.
Awal tahun 2025 menjadi titik balik kehidupan mereka. Dengan modal awal Rp30 juta, toko GǣFadil ParfumGǥ resmi dibuka di tepi jalan utama Desa Lamaninggara. Tak disangka, respons masyarakat begitu positif. Produk parfum dan pakaian pria yang mereka tawarkan segera mendapat tempat di hati pelanggan.
GǣAlhamdulillah, respon pasar baik sekali. Kalau sedang ramai, omset bisa sampai Rp1 juta per hari,Gǥ kata Efianti. GǣKalau sepi, paling rendah dua ratus ribu. Tapi tetap bersyukur karena usaha ini terus jalan dan berkembang.Gǥ
Strategi pemasaran mereka sederhana namun efektif. Di tengah pesatnya penggunaan media sosial, Efianti memilih Facebook (Fb) sebagai saluran promosi utama.
GǣMayoritas masyarakat di sini aktif di Fb, jadi saya juga promosi lewat sana. Alhamdulillah cukup membantu menaikkan penjualan,Gǥ jelasnya.
Selain fokus pada pemasaran, kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama bagi pasangan ini. GǣKalau parfum yang dibeli wanginya cuma tahan dua jam, silakan datang kembali dan kami kembalikan uangnya. Itu janji kami,Gǥ tegas Efianti. GǣKepuasan pelanggan itu bagian dari strategi utama supaya usaha ini bisa terus bertahan.Gǥ
Meski produk yang dijual berkualitas, Efianti memilih untuk tidak mematok harga tinggi. GǣAwalnya kami sempat dikritik karena harga kami lebih murah dibanding produk serupa,Gǥ kenangnya. GǣTapi kami berprinsip, lebih baik untung sedikit asal lancar.Gǥ
Kini, berkat usaha tersebut, keluarga kecil ini bisa hidup mandiri tanpa harus jauh dari kampung halaman.
GǣAlhamdulillah, dengan toko ini suami saya tidak perlu lagi merantau. Kami bisa hidup cukup dan tetap bersama keluarga,Gǥ tutup Efianti dengan wajah bahagia.
Usaha kecil seperti GǣFadil ParfumGǥ menjadi bukti nyata bahwa semangat berwirausaha di kampung sendiri bukan sekadar mimpi. Di tangan mereka yang gigih, aroma wangi parfum kini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat pesisir Siompu Barat. (b)
Penulis: Febri
Editor: Kasim
