UMKM Buton Selatan Tumbuh Pesat, Capai 4.831 Pelaku di 2025

HELIONEWS, Batauga — Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Buton Selatan menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Tercatat, sebanyak 4.831 pelaku UMKM telah terdaftar secara resmi, meningkat dari 4.508 pelaku pada akhir tahun 2024. Kenaikan ini menjadi indikator positif membaiknya geliat ekonomi masyarakat dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buton Selatan, La Maiminu, mengatakan peningkatan jumlah UMKM mencerminkan meningkatnya semangat kewirausahaan masyarakat serta dukungan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Pada tahun 2025, jumlah UMKM yang terdata mencapai 4.831 pelaku. Ini naik cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Buton Selatan terus bergerak dan berkembang,” ujar La Maiminu, Minggu (28/12/2025), di Gedung Lamaindo, Batauga.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan juga menyalurkan bantuan hibah usaha kepada belasan pelaku UMKM sebagai bentuk stimulus penguatan ekonomi lokal. Bantuan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan usaha yang diajukan melalui proposal kepada Dinas Koperasi dan UKM.

Adapun jenis bantuan hibah yang disalurkan meliputi mesin jahit sebanyak 5 unit, peralatan perbengkelan 3 set, mesin spinner 2 unit, mesin adonan roti 2 unit, mesin pres kemasan 2 unit, mesin cabut bulu ayam 1 unit, serta mesin parut kelapa dan penggiling sebanyak 2 unit.

La Maiminu juga menegaskan pentingnya legalitas usaha bagi para pelaku UMKM. Ia mendorong seluruh wirausaha untuk mendaftarkan usahanya secara resmi dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat utama untuk mengakses berbagai program bantuan pemerintah.

“Kepemilikan NIB sangat penting sebagai penanda legalitas usaha. Selain itu, NIB menjadi syarat utama untuk memperoleh bantuan dan program pemberdayaan dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Buton Selatan Muhammad Adios menegaskan bahwa UMKM merupakan pilar utama penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan UMKM tidak hanya menopang perekonomian masyarakat, tetapi juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“UMKM adalah kunci penggerak ekonomi Buton Selatan. Karena itu, bantuan hibah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat usaha masyarakat agar terus tumbuh, produktif, dan berdaya saing,” ujar Adios.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kewirausahaan, berinovasi, serta aktif memanfaatkan program pendampingan yang disediakan pemerintah daerah.

Salah satu penerima bantuan hibah, Jusman, pelaku usaha ternak ayam potong di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, mengaku sangat terbantu dengan dukungan peralatan usaha yang diterimanya. Ia telah menekuni usaha tersebut selama kurang lebih 12 tahun.

“Dalam sekali panen, produksi kami bisa mencapai 800 hingga 1.000 ekor ayam. Bantuan alat ini sangat membantu kelancaran usaha kami. Harapannya, usaha ini bisa terus berkembang dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dengan meningkatnya jumlah UMKM dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, Buton Selatan optimistis mampu memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Kasim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

BERITA POPULER

Recent Comments