BATAUGA, HELIONEWS – Komunitas Siompu Ethnic Journey (SEJ) menargetkan sebanyak 1.000 penari akan tampil dalam kegiatan budaya bertajuk Wonderful of Siompu Island yang direncanakan digelar di Pulau Siompu.
Atraksi budaya tersebut akan menampilkan Tari Linda, tarian tradisional khas masyarakat Siompu yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal.
Ketua SEJ, Muhammad Ali Nimad, mengatakan persiapan kegiatan saat ini terus dilakukan, termasuk membuka pendaftaran penari dari berbagai desa di Pulau Siompu.
“Kami sementara membuka pendaftaran penari untuk kegiatan Wonderful of Siompu Island. Target kami sekitar 1.000 penari yang akan membawakan Tari Linda secara massal,” ujar Ali saat kegiatan camping bersama komunitasnya di Pulau Liwutongkidi, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga upaya memperkenalkan budaya Pulau Siompu kepada masyarakat luas sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah.
Ali menjelaskan, SEJ selama ini aktif melakukan promosi wisata melalui media sosial dengan membuat foto dan video di sejumlah lokasi wisata di Pulau Siompu. Selain itu, komunitas tersebut juga rutin menggelar kegiatan berkemah sambil melakukan aksi bersih lingkungan.
“Kami ingin memperkenalkan keindahan wisata dan budaya Pulau Siompu agar lebih dikenal masyarakat luar. Karena itu, promosi digital terus kami lakukan,” katanya.
Ia berharap kegiatan Wonderful of Siompu Island dapat menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya dan kelestarian alam sekitar.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Jufarni, mengapresiasi langkah komunitas anak muda yang aktif mempromosikan potensi wisata dan budaya daerah.
Menurut Jufarni, Pulau Siompu memiliki potensi wisata alam yang besar, mulai dari pantai hingga kawasan perbukitan, namun masih membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang lebih baik.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan wisata dan budaya lokal,” ujarnya.
Penulis: Febri
