BATAUGA, HELIONEWS — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 hingga akhir triwulan II baru mencapai 31,22 persen. Rendahnya serapan anggaran tersebut dipengaruhi oleh belum tersalurkannya sejumlah dana transfer dari pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Buton Selatan, Hasmin Joko, mengatakan capaian realisasi anggaran saat ini masih berada pada kisaran rata-rata serapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni antara 30 hingga 40 persen.
“Realisasi anggaran per 2 Juni 2026 ini mencapai 31,22 persen. Secara umum, rata-rata OPD juga masih berada di kisaran 30 sampai 40 persen,” ujar Hasmin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, komponen belanja yang paling banyak menyerap anggaran hingga saat ini masih didominasi oleh belanja pegawai, terutama pembayaran gaji dan tunjangan ASN.
“Yang paling besar terserap saat ini masih belanja pegawai, khususnya pembayaran gaji. Sementara untuk belanja modal masih sangat kecil,” katanya.
Belanja Modal Masih Rendah
Hasmin menjelaskan, realisasi belanja modal hingga pertengahan tahun masih tergolong rendah. Dari total alokasi belanja modal yang mencapai lebih dari Rp42 miliar, realisasi yang tercatat baru sekitar Rp61 juta dan sebagian besar digunakan untuk pengadaan peralatan dan mesin.
Sementara itu, proyek-proyek fisik strategis yang memiliki nilai anggaran besar belum mulai dikerjakan.
“Belanja modal yang sudah berjalan baru untuk peralatan dan mesin. Untuk proyek fisik besar seperti pembangunan Kantor Bupati dan sejumlah infrastruktur jalan masih dalam proses,” jelasnya.
Ia optimistis realisasi anggaran akan meningkat signifikan apabila proyek-proyek strategis tersebut mulai berjalan.
“Kalau proyek-proyek besar itu sudah mulai berjalan, terutama pembangunan Kantor Bupati dan ruas jalan yang ada di Siompu, saya yakin serapan anggaran bisa langsung meningkat di atas 50 persen,” ujarnya.
Dana Transfer Pusat Belum Tersalurkan Penuh
Hasmin mengungkapkan, salah satu faktor utama rendahnya serapan APBD adalah keterlambatan penyaluran dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah baru menerima sebagian Dana Alokasi Umum Block Grant (DAU-BG), sementara Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU-SG) untuk sektor pendidikan dan kesehatan belum disalurkan.
“Kondisi ini bukan hanya terjadi di Buton Selatan, tetapi juga dialami banyak daerah di Indonesia. Sampai sekarang DAU pendidikan dan DAU kesehatan belum ditransfer,” ungkapnya.
Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) yang telah masuk ke kas daerah baru berasal dari sektor sumber daya alam dan dana reboisasi.
Ketergantungan Buton Selatan terhadap dana transfer pusat, lanjut Hasmin, masih cukup tinggi karena kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum mampu menopang kebutuhan belanja daerah secara signifikan.
Target Serapan Ideal Seharusnya 50 Persen
Meski realisasi saat ini mencapai 31,22 persen, Hasmin mengakui angka tersebut masih berada di bawah target ideal untuk pertengahan tahun.
“Kalau dihitung secara normal, seharusnya pada pertengahan tahun serapan anggaran sudah mendekati 50 persen. Tetapi bagaimana OPD bisa membelanjakan anggaran jika sumber dananya belum masuk ke daerah,” katanya.
Ia menambahkan, total pagu APBD Kabupaten Buton Selatan tahun 2026 berada di kisaran Rp500 miliar lebih, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
BKAD Minta OPD Tetap Hati-Hati Belanjakan Anggaran
Hasmin juga mengingatkan seluruh OPD agar tetap berhati-hati dalam melakukan belanja daerah dan memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan sumber pendanaannya.
Menurutnya, setiap program harus dibiayai menggunakan sumber dana yang telah ditetapkan dalam dokumen anggaran untuk menghindari pelanggaran administrasi keuangan.
“Kami berharap OPD tetap membelanjakan anggaran sesuai pagu dan sumber dananya. Jangan sampai ada kegiatan yang seharusnya menggunakan DAK tetapi dibiayai dengan sumber dana lain yang tidak sesuai peruntukannya,” tegasnya.
BKAD optimistis realisasi APBD Kabupaten Buton Selatan akan meningkat pada semester kedua seiring mulai berjalannya proyek-proyek fisik dan tersalurkannya dana transfer dari pemerintah pusat.
Editor: Kasim
