BATAUGA, HELIONEWS – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mengusulkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) senilai sekitar Rp16 miliar kepada Kementerian Kesehatan melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.
Usulan tersebut diharapkan menjadi solusi peningkatan layanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam pemeriksaan laboratorium kesehatan yang selama ini masih terbatas.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Zulkiflin Ganing, mengatakan seluruh dokumen persyaratan yang diminta oleh Kementerian Kesehatan telah dirampungkan dan saat ini pemerintah daerah tinggal menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
“Seluruh dokumen yang diminta sudah kami lengkapi. Saat ini kami tinggal menunggu Surat Keputusan dari Kementerian Kesehatan,” ujar Zulkiflin saat ditemui Helionews.com di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, dari sejumlah proposal pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan ke Kementerian Kesehatan, hanya pembangunan Labkesmas yang mendapat sinyal positif untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Dari beberapa program pembangunan maupun rehabilitasi yang kami usulkan, sejauh ini hanya Labkesmas yang diminta untuk melengkapi analisis teknis dari Dinas Pekerjaan Umum. Artinya, peluang untuk direalisasikan cukup terbuka,” jelasnya.
Direncanakan Dibangun di Kecamatan Batauga
Zulkiflin mengungkapkan, pembangunan Labkesmas direncanakan berlokasi di Kecamatan Batauga sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Buton Selatan.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk meningkatkan akses layanan laboratorium kesehatan bagi masyarakat, mulai dari pemeriksaan penyakit menular, pengujian sampel kesehatan lingkungan, hingga berbagai kebutuhan diagnostik lainnya.
Selain mendukung pelayanan kesehatan, Labkesmas juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai layanan laboratorium yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun instansi terkait.
“Harapan kami tentu Labkesmas ini bisa terealisasi karena manfaatnya sangat besar, baik untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat maupun sebagai salah satu sumber pendapatan daerah di masa depan,” katanya.
Pengganti Program Labkesda yang Batal
Diketahui, sebelumnya Buton Selatan sempat memperoleh alokasi program pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dari pemerintah pusat. Namun program tersebut tidak dapat direalisasikan karena adanya kendala teknis.
Sebagai gantinya, pada tahun 2026 pemerintah daerah kembali mengusulkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dengan harapan dapat memperoleh dukungan pendanaan dari APBN.
Jika disetujui oleh Kementerian Kesehatan, pembangunan Labkesmas akan menjadi salah satu proyek strategis sektor kesehatan di Kabupaten Buton Selatan pada tahun mendatang.
Editor: Kasim
