BAUBAU, HELIONEWS – Pemerintah Kota Baubau terus menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat sektor transportasi udara dan ketahanan energi daerah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Baubau Yusran Fahim bersama Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, Pemkot Baubau secara resmi mengajukan permohonan percepatan pembangunan Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Betoambari kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 600.1/659/SETDA yang ditujukan kepada Menteri ESDM RI. Surat itu merupakan tindak lanjut atas usulan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betoambari, seiring meningkatnya aktivitas penerbangan di Bandara Betoambari, khususnya sejak maskapai Super Air Jet beroperasi secara rutin setiap hari.
Wali Kota Baubau Yusran Fahim dalam keterangan persnya usai bertemu Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (03/02/2026), menyampaikan bahwa terdapat tiga pertimbangan utama yang melatarbelakangi pengajuan pembangunan DPPU tersebut.
Pertama, optimalisasi kapasitas penumpang dan logistik. Saat ini, ketiadaan fasilitas pengisian bahan bakar pesawat (refueling) di Bandara Betoambari mengharuskan maskapai menerapkan sistem tankering, yakni membawa bahan bakar dari bandara asal. Kondisi ini berdampak pada pembatasan kapasitas angkut penumpang dan barang (payload). Jika dibiarkan berlarut, hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan rute penerbangan yang menjadi tulang punggung konektivitas wilayah Kepulauan Buton.
Kedua, penguatan ketahanan energi wilayah. Dengan estimasi kebutuhan avtur mencapai sekitar 3.500 liter per hari, pembangunan DPPU dinilai sebagai langkah strategis untuk menjamin kepastian pasokan bahan bakar pesawat di salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan energi, khususnya di wilayah kepulauan.
Ketiga, peningkatan daya tarik investasi dan pariwisata. Sebagai pintu gerbang utama kawasan hinterland, keberadaan DPPU di Bandara Betoambari diyakini mampu menarik minat maskapai lain untuk membuka rute penerbangan baru. Hal ini diharapkan dapat memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan sektor pariwisata, serta peningkatan iklim investasi di Kota Baubau dan wilayah sekitarnya.
Wali Kota Baubau menegaskan bahwa surat yang disampaikan kepada Menteri ESDM merupakan bentuk dukungan formal Pemerintah Kota Baubau sekaligus menjadi dasar bagi Kementerian ESDM, melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, untuk segera menginisiasi langkah-langkah teknis dan prosedural lanjutan.
“Pembangunan DPPU ini bukan sekadar pemenuhan infrastruktur teknis, tetapi merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan Bandara Betoambari dapat beroperasi secara optimal dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Yusran Fahim.
Ia berharap, melalui langkah proaktif yang dilakukan Pemerintah Kota Baubau, Kementerian ESDM bersama instansi terkait dapat segera merealisasikan pembangunan DPPU di Bandara Betoambari. Dengan demikian, Bandara Betoambari diharapkan dapat bertransformasi menjadi bandara yang lebih kompetitif serta mandiri dari sisi ketersediaan energi.
Editor: Kasim
