HELIONEWS, BATAUGA – Capaian layanan kesehatan di Kabupaten Buton Selatan terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berbagai program strategis, mulai dari cek kesehatan gratis hingga penguatan fasilitas puskesmas, mendorong daerah ini optimistis meraih Universal Health Coverage (UHC) Award tahun 2026.
Optimisme tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan melalui sejumlah kegiatan, di antaranya jalan sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipusatkan di Lapangan Lakarada, Kecamatan Batauga, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan jalan sehat dimulai dari Pantai Boti, Batauga, dan diikuti langsung oleh Bupati Buton Selatan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Selatan, Wakil Bupati, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beserta istri, serta perwakilan dari 14 puskesmas se-Kabupaten Buton Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh insan kesehatan yang telah berkontribusi menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh insan kesehatan, tenaga medis, serta kader kesehatan di setiap pelosok Kabupaten Buton Selatan. Tetap semangat, karena perjuangan kita belum selesai,” ujar Adios, Kamis (18/12/2025).
Ia menegaskan, peringatan HKN ke-61 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan melanjutkan transformasi kesehatan di daerah.
“Mari kita jadikan Hari Kesehatan Nasional ini sebagai penguat komitmen bersama. Pembangunan kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat. Dari individu yang sehat akan lahir masyarakat yang kuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Lebih lanjut, Adios menjelaskan bahwa Kabupaten Buton Selatan dengan jumlah sasaran 70.667 jiwa terus mendorong pentingnya deteksi dini melalui program cek kesehatan gratis (CKG). Program ini mencakup pencegahan stunting, HIV, penyakit menular, serta penyakit tidak menular.
“Upaya pencegahan ini sejalan dengan pembangunan rumah sakit yang terus berjalan. Capaian enam pilar kesehatan merupakan hasil kerja keras seluruh insan kesehatan di Kabupaten Buton Selatan,” imbuhnya.
Pada momentum HKN ini, Bupati juga merefleksikan berbagai capaian pembangunan kesehatan yang telah diraih. Menurutnya, transformasi kesehatan tidak dapat terwujud tanpa perubahan budaya kerja dan pola pikir yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Saya berharap seluruh pegawai mampu melakukan perubahan besar dalam cara berpikir dan cara kerja demi mewujudkan transformasi kesehatan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, Hasriady, mengatakan bahwa peringatan HKN tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.
“Tema ini memiliki makna yang mendalam. Perjalanan menuju Indonesia sehat adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan, tetapi juga penuh harapan. Dengan tekad dan kerja sama, kita dapat mewujudkan generasi sehat sebagai fondasi bangsa yang kuat dan berdaya saing,” tuturnya.
Hasriady juga melaporkan bahwa program cek kesehatan gratis merupakan salah satu Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto. Pada awal pelaksanaan, Kabupaten Buton Selatan berada di peringkat ke-15 dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
“Namun berdasarkan data per 1 Desember 2025, Kabupaten Buton Selatan berhasil naik dan menempati peringkat pertama dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kesehatan di lapangan. Hingga saat ini, capaian pemeriksaan kesehatan gratis telah mendekati 70 persen atau sekitar 71.000 jiwa.
“Ini merupakan capaian tertinggi berdasarkan data yang ada dan menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada Presiden,” ujarnya.
Selain itu, seluruh puskesmas di Kabupaten Buton Selatan kini telah dilengkapi mobil puskesmas. Pada tahun ini, Dinas Kesehatan juga menambah masing-masing satu unit mobil puskesmas untuk Puskesmas Sampolawa dan Puskesmas Siompu.
Hasriady menambahkan, pihaknya terus memaksimalkan pelayanan kesehatan di puskesmas, termasuk pemeriksaan gigi. Seluruh puskesmas telah memiliki minimal satu hingga tiga dokter, termasuk dokter senior yang ditempatkan di Puskesmas Sampolawa.
Untuk sarana pendukung, Puskesmas Kadatua Timur kini telah menikmati layanan listrik 24 jam dan puskesmas lainnya akan menyusul. Tahun ini, tidak ada lagi laporan pelayanan terhambat akibat keterbatasan listrik maupun jaringan internet.
“Berbagai capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan layanan kesehatan di Buton Selatan. Capaian layanan UKS juga hampir mencapai 100 persen. Jika target ini terpenuhi, Insyaallah pada 2026 Kabupaten Buton Selatan berpeluang meraih UHC Award dari Republik Indonesia,” pungkas Hasriady.
Editor: Kasim
