BATAUGA, HELIONEWS — Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, mencapai 49,52 persen hingga September 2026.
Capaian tersebut menempatkan Buton Selatan di peringkat kedua di Sulawesi Tenggara berdasarkan capaian pelayanan CKG.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Selatan, dr. La Ode Achmad Amanah Maulana, mengatakan cakupan pelayanan CKG terus mengalami peningkatan sepanjang 2026.
“Untuk Buton Selatan sudah masuk capaian selesai pelayanannya sampai 49,52 persen. Saat ini ada di peringkat kedua se-Sultra terkait CKG,” ujar La Ode Achmad saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Dinkes Kejar Target 100 Persen
Meski capaian CKG Buton Selatan sudah mencapai hampir separuh sasaran, Dinkes masih terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan pelayanan hingga akhir 2026.
La Ode Achmad mengatakan pelaksanaan program CKG masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
Selain itu, karakteristik masyarakat di setiap wilayah juga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan cakupan pelayanan.
“Kita masih terus mendorong capaian ini sampai penghujung tahun 2026 agar bisa mencapai 100 persen,” katanya.
PKM Siompu Terapkan Pelayanan Door to Door
Untuk meningkatkan cakupan CKG, Dinkes Buton Selatan mendorong setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) melakukan berbagai inovasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah pelayanan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door.
Pendekatan tersebut dinilai membantu meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satu contoh terlihat di wilayah kerja PKM Siompu yang tercatat sebagai salah satu PKM dengan capaian CKG tertinggi di Buton Selatan.
“Menjemput bola secara door to door ini dilakukan secara masif. Seperti PKM Siompu, makanya mereka tinggi. Beberapa PKM ada yang mencontohi, tetapi kembali lagi pada karakteristik masyarakat di masing-masing kecamatan,” jelas La Ode Achmad.
Menurutnya, strategi pelayanan tidak bisa diseragamkan di seluruh wilayah karena kondisi geografis dan karakteristik masyarakat setiap kecamatan berbeda.
Karena itu, masing-masing PKM diberikan ruang untuk mengembangkan pendekatan yang dinilai efektif dalam menjangkau sasaran CKG.
Capaian CKG Batauga 40,6 Persen
Sementara itu, capaian CKG di Kecamatan Batauga yang merupakan wilayah ibu kota Kabupaten Buton Selatan masih berada di bawah sejumlah kecamatan lainnya.
Hingga September 2026, capaian pelayanan CKG di wilayah tersebut tercatat sekitar 40,6 persen.
La Ode Achmad mengatakan capaian tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa pelayanan CKG di Batauga tidak berjalan. Salah satu faktor yang memengaruhi capaian adalah luasnya cakupan sasaran pelayanan serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
“Angka terendah ini bukan berarti mereka tidak melakukan apa-apa. Namun, dibuktikan dengan cakupan yang ada, capaiannya sudah 40,6 persen sampai dengan September ini,” bebernya.
Dinkes Cari Strategi Tingkatkan Capaian
Dinkes Buton Selatan masih mencari strategi untuk meningkatkan cakupan CKG di wilayah kerja PKM Batauga.
Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong pelayanan yang lebih aktif menjangkau masyarakat, termasuk melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.
Secara umum, masing-masing PKM di Buton Selatan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pendekatan kekeluargaan dan pelayanan langsung menjadi salah satu strategi yang digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Dinkes Buton Selatan berharap berbagai inovasi yang diterapkan di tingkat PKM dapat memperluas jangkauan pelayanan CKG.
Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersisa hingga akhir 2026, pemerintah daerah menargetkan cakupan program CKG terus meningkat dan mendekati target 100 persen.
Penulis: Febri
