Bergantung Oksigen, Bocah Asal Siompu Butuh Uluran Tangan untuk Pengobatan di Makassar

BATAUGA, HELIONEWS – Seorang anak perempuan berusia 7 tahun asal Desa Nggula-nggula, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, bernama Serli, kini tengah berjuang melawan kondisi kritis akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. Saat ini, Serli dirawat intensif di RSUD Palagimata, Kota Baubau, dengan bantuan oksigen.

Kondisi Serli yang terus memburuk membuat kedua orang tuanya berharap adanya bantuan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, untuk memfasilitasi percepatan rujukan ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang memiliki layanan spesialis saraf lebih lengkap.

Awal Mula Sakit

Ibu Serli, Yatri, menceritakan bahwa putrinya awalnya mengalami demam tinggi yang disertai kejang hingga satu jam. Saat itu, Serli sempat dilarikan ke Puskesmas setempat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Gajah Mada Buton Selatan dan menjalani perawatan selama enam hari.

Setelah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, kondisi Serli justru kembali menurun tiga hari kemudian. Demam tinggi muncul kembali dan kondisi kesehatannya berubah drastis.

“Jam delapan pagi dia masih bisa bicara normal, tapi sekitar satu jam kemudian sudah kesulitan bicara,” ungkap Yatri dengan suara lirih, Kamis (5/2/2026).

Tak lama setelah itu, Serli dirujuk ke RSUD Palagimata Baubau untuk penanganan lanjutan.

Kini Hanya Bisa Merintih

Selama menjalani perawatan di RSUD Palagimata, kondisi Serli semakin memprihatinkan. Ia mengalami gangguan tidur berat dan tidak mampu lagi berkomunikasi seperti sebelumnya.

“Sekarang paling hanya merintih. Panggil ‘Mama’ saja sudah tidak bisa lagi,” ujar Yatri.

Serli kini bergantung pada tabung oksigen untuk membantu pernapasannya. Tenaganya semakin melemah, dan ia membutuhkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit dengan fasilitas lebih memadai.

Butuh Rujukan Cepat ke Makassar

Dokter menyarankan agar Serli segera dirujuk ke RS Wahidin Makassar untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis saraf. Namun hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepastian ketersediaan ruang perawatan dari rumah sakit tujuan.

Orang tua Serli mengaku cemas karena kondisi anaknya tidak memungkinkan untuk menunggu lama, apalagi harus tinggal sementara di penginapan setibanya di Makassar.

“Kami tidak bisa menunggu di kos-kosan. Begitu sampai di Makassar, Serli harus langsung masuk rumah sakit karena tidak bisa lepas dari oksigen,” kata Yatri.

Harapan kepada Pemerintah Daerah

Keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dapat membantu memfasilitasi proses rujukan, termasuk koordinasi dengan rumah sakit tujuan agar Serli bisa langsung mendapatkan perawatan setibanya di Makassar.

Mereka juga berharap adanya perhatian dari para dermawan untuk membantu kebutuhan selama proses pengobatan dan perjalanan rujukan.

“Kami sangat berharap ada bantuan agar anak kami bisa segera ditangani. Kami hanya ingin dia sembuh,” tutup Yatri penuh harap.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

BERITA POPULER

Recent Comments