Tagihan Listrik PJU Buton Selatan Hampir Rp100 Juta per Bulan, Dishub Siapkan Efisiensi

BATAUGA, HELIONEWS – Tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Buton Selatan hampir mencapai Rp100 juta per bulan. Dinas Perhubungan (Dishub) Buton Selatan menyiapkan sejumlah langkah efisiensi untuk menekan beban operasional tersebut.

Langkah efisiensi itu mencakup pembenahan infrastruktur PJU, penggantian lampu berdaya tinggi dengan lampu LED, serta penerapan sistem pengawasan dan pengendalian listrik berbasis kWh pintar.

Kepala Dishub Buton Selatan, La Ode Ilmayang Amli, mengatakan tingginya tagihan listrik PJU salah satunya dipengaruhi penggunaan lampu jenis matriks yang dinilai kurang efisien.

Menurutnya, lampu tersebut membutuhkan daya hingga 300 watt, tetapi tingkat pencahayaannya tidak sebanding dengan konsumsi listrik yang digunakan.

“Kita masih menggunakan lampu jenis matriks yang konsumsi dayanya mencapai 300 watt, tetapi pencahayaannya tidak terlalu terang. Sangat berbeda dengan lampu LED yang hanya membutuhkan daya 150 watt tetapi sudah memberikan pencahayaan yang lebih terang,” kata Ilmayang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026).

Dishub Siapkan Peralihan ke Lampu LED

Melihat perbedaan konsumsi daya tersebut, Dishub Buton Selatan mendorong modernisasi jaringan PJU melalui penggantian lampu matriks dengan lampu LED.

Penggunaan lampu LED diharapkan dapat mengurangi konsumsi listrik sekaligus meningkatkan kualitas pencahayaan di sejumlah ruas jalan.

Namun, pelaksanaan modernisasi PJU tetap membutuhkan dukungan anggaran dan ruang kebijakan. Karena itu, Dishub berharap program penggantian lampu dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Selain jenis lampu, Dishub juga menyoroti durasi operasional PJU yang di sejumlah lokasi masih menyala hingga 24 jam.

Kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan konsumsi listrik dan berdampak langsung terhadap besarnya tagihan bulanan.

KWh Pintar untuk Kendalikan PJU

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dishub Buton Selatan berencana menggunakan teknologi pengawasan dan pengendalian daya melalui kWh pintar.

Sistem ini diharapkan dapat membantu mengatur waktu operasional lampu PJU secara otomatis sehingga lampu tidak terus menyala di luar waktu yang dibutuhkan.

“Lampu PJU kita hampir menyala 24 jam. Kami berencana memasang kWh pintar untuk mengatur jam operasional secara otomatis sekaligus mendeteksi potensi pencurian listrik,” ujar Ilmayang.

Menurut Ilmayang, penerapan sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan terhadap jaringan PJU. Langkah ini dinilai penting karena pemeliharaan dan pengawasan jaringan yang belum maksimal dapat menambah beban operasional.

Dishub Buton Selatan selanjutnya akan mengupayakan modernisasi PJU secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur serta ketersediaan anggaran.

Penulis: Febri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

BERITA POPULER

Recent Comments