BATAUGA, HELIONEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai atau PLTS-BESS dengan kapasitas total 4.702 kWp untuk tiga wilayah kepulauan.
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong layanan listrik 24 jam bagi masyarakat di Kecamatan Batu Atas, Kadatua, dan Siompu Barat, khususnya wilayah Molona.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Buton Selatan, Wa Ode Asrina Azizah Tasrif, mengatakan pihaknya saat ini tengah mengajukan proposal program PLTS-BESS untuk wilayah kepulauan.
Program energi terbarukan dengan sistem penyimpanan baterai tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar diesel secara bertahap.
“Total keseluruhan sebesar 4.702 kWp atau 4,702 MWp,” ungkap Rina saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Usulan PLTS-BESS di Tiga Wilayah
Rina menjelaskan, berdasarkan informasi pada sampul dokumen kajian kelayakan proyek PLN UID Sulselrabar, terdapat tiga lokasi yang tercantum dalam usulan pengembangan PLTS.
Ketiga lokasi tersebut meliputi Kecamatan Batu Atas dengan kapasitas 599 kWp, Kecamatan Kadatua sebesar 2.238 kWp, serta wilayah Molona di Kecamatan Siompu Barat dengan kapasitas 1.865 kWp.
Ketiga wilayah kepulauan tersebut, lanjut Rina, telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Adapun survei tindak lanjut untuk wilayah Siompu dan Kadatua direncanakan pada 2027. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan kebijakan dan jadwal dari pihak PLN.
“Apabila tidak terdapat pergeseran kebijakan, survei untuk menindaklanjuti usulan wilayah Siompu dan Kadatua direncanakan pada 2027,” bebernya.
Koordinasi untuk Wilayah Batu Atas
Sementara itu, untuk Kecamatan Batu Atas, Pemkab Buton Selatan telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN UP2 Sulawesi Tenggara di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.
Koordinasi tersebut dilakukan bersamaan dengan survei tim PLN Pusat di Kecamatan Batu Atas pada 26 September 2026. Survei itu berkaitan dengan program Listrik Perdesaan (Lisdes).
Rina berharap upaya pengembangan infrastruktur kelistrikan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat kepulauan.
Menurutnya, ketersediaan listrik selama 24 jam dapat menunjang pelayanan administrasi dan komunikasi di kantor kecamatan maupun desa.
Di sektor kesehatan, pasokan listrik yang lebih andal dibutuhkan untuk mendukung penerangan ruang pemeriksaan dan persalinan, pengoperasian peralatan medis, serta penyimpanan vaksin.
Ketersediaan listrik juga penting bagi dunia pendidikan. Selain mendukung penerangan agar siswa dapat belajar pada malam hari, listrik dapat menunjang pemanfaatan perangkat pembelajaran.
Pemkab Terus Dorong Realisasi Usulan
Rina menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengusulan PLTS-BESS bagi wilayah kepulauan agar mendapat tindak lanjut dari PLN dan kementerian terkait.
Ia mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Koordinasi dan pengajuan usulan kepada kementerian serta PLN terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi dan misi Bupati Buton Selatan,” tegas Rina.
Melalui usulan tersebut, Pemkab Buton Selatan berharap layanan kelistrikan di wilayah kepulauan dapat semakin baik sehingga mendukung pelayanan publik, kegiatan ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Penulis: Febri
