Generasi Muda Siompu Barat Gelar Dialog Publik, Bahas Konflik Antar Kelompok yang Turun-Temurun

BATAUGA, HELIONEWS — Generasi muda di Kecamatan Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan, menggelar dialog publik untuk membahas persoalan konflik antar kelompok yang dinilai telah berlangsung secara turun-temurun di wilayah tersebut. Kegiatan itu berlangsung pada Minggu (24/5/2026).

Dialog publik tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan Jufarni, Camat Siompu Barat La Ode Mastatar Masud, kepala desa se-Kecamatan Siompu Barat, pendamping desa, serta sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat.

Dalam forum itu, para peserta membahas pentingnya memperkuat peran organisasi kepemudaan sebagai wadah persatuan dan ruang aktivitas positif bagi generasi muda.

Anggota DPRD Buton Selatan, Jufarni, mengatakan konflik sosial antar kelompok di Siompu Barat harus segera diputus melalui pendekatan pembinaan generasi muda dan penguatan organisasi kepemudaan.

Menurutnya, kehadiran wadah kepemudaan yang aktif dapat mempererat hubungan antarpemuda sekaligus mengurangi potensi konflik sosial di masyarakat.

“Dengan terbentuknya organisasi kepemudaan di desa-desa, generasi muda kita bisa saling bersilaturahmi dan memutus konflik yang selama ini diwariskan secara turun-temurun,” ujar Jufarni saat memaparkan materi dialog.

Ia menilai pemuda perlu diarahkan pada kegiatan produktif, sosial, dan pengembangan kapasitas agar energi generasi muda tersalurkan ke hal-hal yang lebih positif.

Karang Taruna Dinilai Perlu Diaktifkan Kembali

Hal senada disampaikan Camat Siompu Barat, La Ode Mastatar Masud, yang mendorong agar Karang Taruna kembali diaktifkan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam membangun kreativitas dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Karang Taruna harus kembali diaktifkan, baik di tingkat desa maupun kecamatan. Dengan begitu, generasi muda kita bisa disibukkan dengan kegiatan yang bermanfaat dan terhindar dari konflik,” jelas Mastatar.

Ia berharap kegiatan dialog publik tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih baik antargenerasi muda di Siompu Barat.

Pemuda Soroti Vakumnya Organisasi Kepemudaan

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Hafirun, mengatakan kegiatan dialog publik tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap minimnya aktivitas organisasi kepemudaan di Siompu Barat selama bertahun-tahun.

Menurutnya, kevakuman lembaga kepemudaan membuat ruang interaksi positif antarpemuda semakin berkurang.

“Kegiatan ini didorong rasa prihatin karena lembaga kepemudaan di Kecamatan Siompu Barat kurang aktif. Selama kurang lebih sepuluh tahun saya tinggal di sini, hampir tidak ada kegiatan kepemudaan yang berjalan,” kata Hafirun.

Ia berharap setelah dialog publik tersebut lahir satu wadah atau organisasi kepemudaan yang mampu menjadi tempat berhimpun dan berkegiatan bagi generasi muda di Siompu Barat.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini ada lembaga kepemudaan yang benar-benar aktif dan bisa menaungi aktivitas generasi muda,” tutupnya.

Penulis: Febri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

BERITA POPULER

Recent Comments