BATAUGA, HELIONEWS G?? Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memasuki tahap akhir. Setelah seluruh rangkaian seleksi selesai dilaksanakan, pemerintah daerah kini tinggal menunggu rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum menetapkan pejabat definitif untuk mengisi 10 jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih kosong.
Sebelum menetapkan pejabat terpilih, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) berencana melakukan wawancara langsung terhadap tiga peserta dengan nilai terbaik pada masing-masing jabatan.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buton Selatan, Ahmad Jamaluddin, mengatakan seluruh tahapan seleksi telah diselesaikan oleh Panitia Seleksi (Pansel). Saat ini proses hanya menunggu rekomendasi dari BKN sebagai tahapan akhir sebelum hasil seleksi disampaikan kepada Bupati.
“Setelah rekomendasi dari BKN keluar, hasil seleksi akan kami serahkan kepada Bapak Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian. Rencananya beliau akan mewawancarai langsung tiga kandidat terbaik pada setiap jabatan sebelum menentukan satu nama yang akan dipilih,” ujar Jamal saat ditemui di kantornya, Senin (13/7/2026).
Mengacu pada Mekanisme Sistem Merit
Jamal menjelaskan, mekanisme tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan sistem merit sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020.
Dalam ketentuan tersebut, Panitia Seleksi menyerahkan tiga peserta dengan nilai terbaik kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk dipilih satu orang sebagai pejabat definitif pada setiap jabatan yang lowong.
Menurutnya, proses seleksi dilaksanakan secara objektif melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, assessment center, penulisan makalah, hingga wawancara kompetensi.
Bantah Isu Penentuan Kepala OPD
Jamal juga membantah isu yang berkembang di masyarakat mengenai adanya nama-nama yang disebut telah dipastikan menduduki jabatan kepala OPD sebelum proses seleksi selesai.
Ia menegaskan seluruh hasil seleksi ditentukan berdasarkan kompetensi peserta dan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.
“Bapak Bupati sangat berkomitmen terhadap penerapan sistem merit. Hal itu sudah dibuktikan pada proses seleksi Sekretaris Daerah yang sebelumnya juga dilaksanakan secara terbuka dan profesional,” katanya.
Ia menambahkan, rencana wawancara langsung oleh Bupati menjadi bagian dari mekanisme untuk mengenal lebih jauh visi, komitmen, dan kesiapan para kandidat dalam memimpin perangkat daerah.
“Hasil seleksi ini nantinya juga akan di-interview langsung oleh Bapak Bupati. Jadi isu yang berkembang bahwa sudah ada nama-nama tertentu yang dipastikan menjadi kepala dinas itu tidak benar. Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai kemampuan masing-masing peserta dan tidak ada yang bisa mengintervensi hasil seleksi,” tegas Jamal.
Diharapkan Lahir Pemimpin OPD yang Inovatif
Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menargetkan seluruh rangkaian Seleksi Terbuka JPT Pratama rampung pada Juli 2026, sehingga kekosongan jabatan pada 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat segera terisi.
Melalui proses seleksi yang kompetitif dan berbasis kompetensi, pemerintah daerah berharap pejabat yang terpilih mampu menghadirkan inovasi, mempercepat pelaksanaan program pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Buton Selatan.
Penulis: Febri
