BATAUGA, HELIONEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah daerah kini melakukan validasi ulang dan pengaktifan kembali kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga yang belum terdaftar atau mengalami penonaktifan.
Langkah tersebut disosialisasikan dalam pertemuan yang digelar di UPTD Puskesmas Gajah Mada, Desa Bola, Kecamatan Batauga, Kamis (2/4/2026), yang turut dihadiri para kepala desa serta tokoh masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, dr. La Ode Achmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam memastikan status kepesertaan JKN atau BPJS Kesehatan tetap aktif dan tepat sasaran.
“Kegiatan hari ini bertujuan memfasilitasi sekaligus memvalidasi kepesertaan JKN atau BPJS Kesehatan. Pada dasarnya, bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu agar dapat memperoleh layanan kesehatan gratis,” ujarnya.
Ia menegaskan, kunjungan petugas puskesmas ke rumah-rumah warga bukan untuk menghapus hak masyarakat atas layanan kesehatan, melainkan untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada mereka yang berhak menerima.
“Validasi ini bukan untuk menghilangkan hak masyarakat mendapatkan BPJS Kesehatan, tetapi untuk memastikan JKN tepat sasaran, terutama jika kondisi ekonomi penerima sudah meningkat atau tidak lagi masuk kategori yang ditentukan,” jelasnya.
Menurut dr. La Ode Achmad, warga yang terdaftar sebagai peserta JKN berhak memperoleh layanan kesehatan, khususnya pada kelas 3, dengan seluruh biaya pelayanan medis ditanggung pemerintah.
Program ini dinilai sangat membantu dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu, terutama ketika harus menghadapi biaya pengobatan yang tinggi.
“JKN sangat bermanfaat untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin atau kurang mampu. Dengan adanya jaminan ini, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dari pemerintah,” tambahnya.
Selain validasi data penerima lama, kegiatan ini juga bertujuan memperbarui basis data masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan tersebut, termasuk bayi yang baru lahir agar secara otomatis tercatat sebagai peserta JKN.
Berdasarkan data yang disampaikan, wilayah kerja UPTD Puskesmas Gajah Mada mencatat sebanyak 4.535 peserta JKN aktif. Sementara itu, sebanyak 1.260 peserta tercatat dalam data pelayanan Puskesmas Gajah Mada, dan 223 peserta diketahui mengalami penonaktifan dari data Dinas Sosial.
Pemerintah memastikan, apabila peserta yang dinonaktifkan masih dinilai layak menerima bantuan, maka status kepesertaannya dapat segera diaktifkan kembali.
Melalui langkah ini, Pemda Buton Selatan berharap layanan kesehatan gratis bagi masyarakat semakin tepat sasaran dan mampu meningkatkan akses kesehatan secara merata di seluruh wilayah. (c)
Penulis: Febri
