Reses DPRD di Kokalukuna, Masri Dorong Pembangunan Berkeadilan dan UMK

BAUBAU, HELIONEWS – Anggota DPRD Kota Baubau, Masri melaksanakan kegiatan reses masa sidang pertama di Kecamatan Kokalukuna sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat prioritas pembangunan daerah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat kelurahan hingga kota.

Dalam kesempatan tersebut, Masri menjelaskan bahwa reses merupakan kegiatan rutin untuk menjaring langsung kebutuhan dan persoalan masyarakat di lapangan. Aspirasi yang terkumpul akan dipadukan dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.

“Pembangunan itu melalui tahapan. Mulai dari Musrenbang kelurahan, Musrenbang kecamatan, lalu Musrenbang kota. Di sela-sela itu, kami hadir melalui reses untuk memperkuat aspirasi masyarakat,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, reses tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi juga sarana menentukan skala prioritas pembangunan. Informasi dari masyarakat menjadi bekal penting saat pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah.

“Dengan reses, kami sudah punya gambaran mana yang lebih prioritas. Usulan masyarakat melalui Musrenbang dipadukan dengan hasil reses, sehingga anggaran lebih tepat sasaran,” jelas Masri, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Baubau.

Selain dialog, Masri menegaskan pentingnya peninjauan langsung ke lapangan, terutama ketika terdapat usulan serupa antarwilayah, seperti perbaikan jalan.

“Misalnya dua kelurahan sama-sama mengusulkan perbaikan jalan. Kami lihat kondisi lapangan langsung, sehingga bisa menentukan prioritas mana yang lebih memprihatinkan,” tambahnya.

Dalam reses kali ini, sebagian besar usulan masyarakat masih didominasi pembangunan fisik, sementara usulan di bidang pemberdayaan masyarakat tergolong minim. H. Masri menekankan perlunya mendorong Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui bantuan yang tepat sasaran.

“Kalau ada penjahit, kita bantu mesin jahit. Kalau penjual gorengan, kita bantu kompor dan wajan. Bantuan itu harus menunjang pekerjaan mereka,” ujar Masri.

Meski demikian, beberapa usulan besar dari tahun sebelumnya, seperti pembangunan talut dan jalan sepanjang enam kilometer di Pulau Makassar, belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

“Karena efisiensi anggaran, prioritas tahun lalu adalah pekerjaan kecil terlebih dahulu. Pembangunan besar akan direncanakan di tahun berikutnya,” pungkasnya.

Reses kali ini digelar di Aula Kantor Kecamatan Kokalukuna, dan dihadiri Camat Kokalukuna Muslidin, S.Sos, Lurah se-Kecamatan Kokalukuna, Kepala Puskesmas Kadolomoko dan Lakologou, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tokoh wanita.

Masri berharap reses ini dapat menyerap aspirasi masyarakat secara optimal dan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, berkeadilan, dan mendukung pemberdayaan UMK di wilayahnya. (c)

Penulis: Prasetio
Editor: Kasim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

BERITA POPULER

Recent Comments