HELIONEWS, Batauga – Dalam rangka mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo mengintensifkan pelaksanaan patroli malam di wilayah Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.
Patroli malam tersebut merupakan langkah preventif TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari selama periode Nataru.
Komandan Yonif TP 871/La Maindo, Letkol Inf Wahyu Dwi Kriswanto, S.H., M.M., saat dikonfirmasi pada Minggu, 28 Desember 2025, menjelaskan bahwa kegiatan patroli malam dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen TNI dalam mendukung terciptanya situasi yang kondusif di tengah masyarakat.
“Kegiatan patroli malam ini kami intensifkan untuk memastikan wilayah Kecamatan Batauga tetap dalam kondisi aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama pada waktu tengah malam hingga dini hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa personel Yonif TP 871/La Maindo yang diturunkan setiap hari berjumlah 10 hingga 20 personel dalam satu regu. Patroli dilakukan dengan rute yang telah ditentukan, mulai dari Pantai Boti, menyusuri lingkungan masyarakat di sekitar Lapangan Lakarada, hingga sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan terjadinya gangguan keamanan.
Dalam pelaksanaannya, personel TNI dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari empat hingga lima orang di titik-titik tertentu guna melakukan pemantauan secara lebih intensif. Selain itu, patroli juga dilaksanakan dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, sehingga koordinasi pengamanan di wilayah Kecamatan Batauga dapat berjalan secara sinergis.
“Dengan adanya kerja sama antara TNI, Polri, dan unsur masyarakat, kami berharap potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir dan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman serta penuh ketenangan,” tambahnya.
Yonif TP 871/La Maindo memastikan kegiatan patroli malam tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa pengamanan Nataru, sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
Editor: Kasim
