Pemkot Baubau Rencanakan Pembangunan TPST di Wakonti, Lahan 2 Hektare Disiapkan

BAUBAU, HELIONEWS – Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mematangkan rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di daerah tersebut. Lokasi pembangunan direncanakan berada di Kelurahan Wakonti dengan luas lahan sekitar dua hektare.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau, Amiruddin, mengatakan bahwa saat ini rencana pembangunan TPST masih berada pada tahap penyiapan persyaratan dan kelengkapan administrasi.

Menurutnya, pada akhir tahun lalu pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Balai terkait rencana pembangunan TPST. Dari hasil pertemuan tersebut, Pemkot Baubau memperoleh respons yang positif.

“Rencana pembangunan TPST ini masih dalam tahap penyiapan syarat dan kelengkapan administrasi. Pada akhir tahun kemarin kami sudah bertemu dengan pihak Balai, dan sambutannya cukup positif,” kata Amiruddin kepada awak media di kantornya, Senin (12/1/2026)

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 mendatang Pemkot Baubau akan fokus menyiapkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan oleh pihak Balai. Setelah seluruh dokumen tersebut lengkap, usulan pembangunan TPST akan diajukan secara resmi.

“Rencananya tahun 2026 kami menyiapkan seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan. Setelah itu baru kami usulkan ke Balai,” jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau, Amiruddin. (Foto: ist)

Amiruddin berharap, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan TPST dapat mulai dieksekusi pada tahun 2027. Ia menegaskan, lokasi pembangunan tetap direncanakan di wilayah Wakonti dengan lahan seluas kurang lebih dua hektare yang telah disiapkan.

“Harapan kami tahun 2027 sudah bisa mulai dieksekusi pembangunannya. Lokasinya tetap di Wakonti, dan lahan yang disiapkan sekitar dua hektare. Mudah-mudahan tahun ini semua persiapan bisa rampung,” ujarnya.

Terkait kebutuhan anggaran, ia mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan besaran biaya pembangunan TPST tersebut. Kepastian anggaran baru akan diketahui setelah dilakukan analisis melalui Detail Engineering Design (DED) atau studi kelayakan (AFS).

“Untuk anggaran kami belum bisa memastikan. Setelah dianalisis melalui DED atau AFS, baru akan ada gambaran besaran biaya yang dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, Amiruddin menilai keberadaan TPST merupakan solusi penting dalam pengelolaan sampah ke depan. Hal ini mengingat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang semakin terbatas, sementara timbulan sampah yang dihasilkan setiap hari terus meningkat.

“TPST ini menjadi solusi karena kapasitas TPA kita semakin terbatas. Dengan TPST, timbulan sampah yang dibuang ke TPA bisa diperkecil. Nantinya, yang dibuang ke zona pembuangan hanya residu hasil pengolahan TPST,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pengolahan sampah melalui TPST akan jauh lebih maju dibandingkan kondisi saat ini. Selama ini, sampah yang masuk ke TPA langsung dibuang tanpa melalui proses pemilahan maupun pengolahan.

“Kalau sekarang sampah di TPA langsung dibuang tanpa dipilah dan tanpa diolah. Ke depan, kalau TPST sudah beroperasi, sampah akan dipilah terlebih dahulu, dipisahkan antara organik dan anorganik, kemudian diolah sesuai dengan sistem pengolahannya,” ungkap Amiruddin.

Dengan sistem tersebut, ia optimistis volume sampah yang dibuang ke TPA akan berkurang secara signifikan sehingga usia pakai TPA dapat menjadi lebih panjang.

“Saya optimis volume sampah akan sangat berkurang, sehingga TPA kita bisa berumur lebih panjang,” ujarnya.

Selain itu, pengelolaan sampah melalui TPST juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomis. Namun, hal tersebut masih bergantung pada hasil kajian dan sistem pengolahan yang akan diterapkan.

“Kami optimis TPST ini bisa bernilai ekonomis. Sampah organik nantinya bisa diolah menjadi kompos, pupuk, dan sejenisnya. Sementara sampah anorganik bisa dicacah dan dijual atau diolah lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: Kasim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

BERITA POPULER

Recent Comments